Huhaya kuku…

Beberapa hari berturutan ini Jakarta terguyur hujan yang cukup deras. Alhamdulillah, tidak terdengar banjir (well, gimana mau dengar Mi, kan ga pernah nonton tivi maupun baca koran!). Setiap hari Mami usahakan pulang tenggo jam 5, demi memberikan waktu istirahat yang mencukupi bagi semua pihak. Sayang sekali disemua usaha di kelima hari kerja, walaupun kami berhasil sampai ke rumah dengan selamat dan tak kurang suatu apapun kecuali punggung yang terasa mau patah, tidak satupun yang melalui proses yang mulus. Hari pertama hujan, liwat Kuningan, semua berjalan lancar bak jalan tol hingga kami mencapai Jatipadang. Hm, sampe rumah jam 7.45! Next, change route via Sudirman, again, mulus bak jalan tol hingga kami tiba di Karang Tengah, cet cet cet! Tiba di rumah kembali 7.45. The day after, we’re back to Sudirman, with strong will of not passing Karang Tengah. Apa mau dinyana, baru sampe Satrio saja sudah dihadang macet, habis lagi 45 menit disitu. Again, 7.30 at home ! The ballads goes on till Friday, which we managed to arrived home at 7.15 ! My …

Beruntunglah Mami, karena disepanjang perjalanan tidak kehilangan waktu bermain bersama Ahsan. Ahsan bagaikan obor penyala semangat di tengah hujan dan macet he he. Terus sibuk bernyanyi dan mencari-cari balon udara. Mau tau yang dinyanyikannya?
Tik..tik..tik..
Bunyi hujan
Di atas genting
Aiyya tuwun
Tidak teykiya
Hohaya kuku…

Lho San, hohaya kuku?
Hihi, rupanya maksudnya “cobalah tengok” :D
Lagu lain yang selalu dinyanyikan di mobil dengan semangat membara:
Balonkuuu adaa limmaaaa
Rupa-rupa warnanyaaaa
Hijau kunying kelabuuu
Meah muda dan biwuuu
Meletusy balon hijauw doww
Hatiku amat kacoww
Balonku tinggal empaaat
Kupegang eyat-eyaaatttt

Suatu hari kebetulan kita memang membawa salah satu balon koleksi Ahsan, hasil kumpul-kumpulin kalo kita sekeluarga ke PIM :D. Salah satu obsesi Ahsan adalah membuat balonnya meledak. Sampe sekarang sih belum berhasil hehe. Tapi karena tekanan udara yang berubah-ubah, akhirnya salah satu balon tersebut kempes juga. Seperti biasa Ahsan kasih komentar “Yaaa…” . “Iya San, balon Ahsan kempes lagi ya” kata Mami. Ahsan diem aja. Beberapa waktu kemudian, kedengeran deh doi nyanyi lagi dengan nada bait pertama lagu Balonku, “Balonku kimpes lagi… dowww” :D. Hekeke. San, bisa kena undang-undang hak cipta tuh, menggubah lagu tanpa ijin hehe.

April 29, 2007. Daily Affairs, Milestones. Leave a comment.

Tantrum Episode : Tantrum Kasarung

Semalam mami berusaha untuk mengatur ulang isi lemari Ahsan. Saat mami memilih dan mengelompokkan baju Ahsan ke dalam kategori “current” dan “past”, wow, baru deh terlihat jelas bahwa ternyata Ahsan sudah buesssarrr :). Yah, gimana sih Mami, jelas dong sudah besar, karena sudah memasuki 22 bulan, sudah hampir lengkap giginya, dan yang jelas, sudah punya kemauan sendiri. Yah, habisnya bagi Mami, semuanya selalu terasa bagai sekedar “kemarin”. Baru “kemarin” Ahsan lahir dan tidak henti-henti menangis, tahu-tahu sekarang sudah bisa naik sepeda sendiri. Nangis sih masih, tambah kenceng dan heiboh pula :).

Ngomong-ngomong soal memiliki kemauan sendiri, semenjak beberapa minggu lalu Ahsan memang sudah terlihat memiliki kemauan yang keras. Beruntung jika kemauan itu sedang berada pada tempatnya, mami tenang dan senang. Namun jika sedang tidak sesuai dengan situasi dan kondisi, waduh, Mami harus cepat mengalihkan perhatiannya ke hal lain yang menarik dan tidak berbahaya maupun bertentangan dengan peraturan sehari-hari (pusing gak siy, harus menemukan hal yang tepat dalan hitungan detik). Karena seperti sudah ditebak, jika cinta ditolak dukun bertindak, alias jika tidak terturuti, Mami pasti terkena protes keras, yang jika tidak segera ditindak lanjuti dengan cermat akan berubah menjadi sebuah histeria yang entah kapan berakhirnya ;).

Gak usah jauh-jauh, kemarin sore Mami harus meninggalkan Ahsan yang sedang tidur untuk pergi belanja sabun dan diapers. Sepulang berbelanja, rumah sepi dan terkunci, setelah dicari-cari ternyata Ahsan sedang bertandang ke rumah Mas Rafi. Begitu melihat Mamy, tidak lain tidak bukan, Ahsan langsung minta digendong dan minum susu. Sambil menggendong, ditengah rengekan untuk segera minum susu, Mamy menyempatkan menyambar pakaian ganti dari keranjang, yang bisa disambar adalah sebuah kaus dan celana pendek kotak-kotak. Mami menurunkan Ahsan di lantai kamar, untuk kemudian bergegas mencuci tangan dan berganti baju. Ahsan alhamdulillah belum melontarkan protes atas delay minum susu yang dihadapinya. Mami terus bicara menerangkan kegiatan yang dilakukan “Ahsan, mami cuci tangan, ganti baju dan pakai celana pendek, nih lihat, seperti punya Ahsan kan”. Tak dinyana, begitu kalimat selesai diucapkan, terdengar amukan keluar dari mulut mungilnya, “buka bukaaaa … pakeeee pakeeee”. Aduh apa lagi ini, mana Mami masih ngos-ngosan habis turun dari ojek dan belum sempat minum. Ahsan terus protes dengan gaya cemberut khasnya, sambil menunjuk-nunjuk ke pakaian yang Mami pakai. Ditawarin minum susu gak mau, dibuka celananya juga masih salah. Dari kalimat-kalimat yg diutarakannya, lama-lama Mami menduga bahwa Ahsan menginginkan celana pendek yang Mami pakai. Hmm, OK, no problem, tapi gimana caranya memberikan celana itu tanpa membuat dia berpikir bahwa Mami memberikannya karena ia berteriak-teriak dan merajuk. Semua akal digunakan untuk mengalihkan, telepon eyang, lihat bulan (untung sudah muncul walau masih jam 5, thanks bulan!), belalang dsb, tidak berhasil, akhirnya Mami ajak dia ke dapur untuk sekalian menyiapkan spageti untuk makan malam. Voila! Berhasil! Akhirnya ia mau sibuk meletakkan panci kecilnya ke atas kompor (tentu tidak menyala), dan kemudian mau duduk dengan tenang di atas meja dapur. Fiuhhh. Mami langsung mengalihkan tanggung jawab penjagaan ke Mbak Sri, karena belum sholat Ashar! Sambil buru-buru juga mengganti celana pendek kotak-kotak tersebut dengan celana lain.Beres!.

Menjelang Magrib, eyang datang, Ahsan pun langsung bermain dengan eyangnya, dan mami meneruskan memasak. Gak lama, Ahsan masuk bersama Eyang, ternyata celananya basah akibat main air. Mami sudah membayangkan episode tantrum yang mungkin akan terjadi ketika harus memakaikan diapers sehingga menyiapkan dua pilihan alternatif, celana kain Ahsan dan diapers. Selesai bersih-bersih di kamar mandi, Mami kasih penawaran ke Ahsan, celana kain atau diapers. Ahsan berteriak “celana… lana..!” Hm, ok, Mami siap-siap mau memakaikan celana, wah tapi ternyata kok dia tidak mau! Sambil terus mengeluarkan protesnya, ia menunjuk ke suatu arah. Mami melihat ke arah itu dan oh My, ternyata yang ditunjuk teuteuup celana pendek kotak-kotak Mami! Kebetulah Mami tadi lipat dan taruh di atas tempat tidur. Kok dia liat ya, padahal matanya tidak sedikitpun melirik ke situ tuh tadi. OK, I said, you want this? OK as u have stopped screaming then u got it. Mami pakaikan celana pendek itu ke pinggang Ahsan. Haha, look, his hips is only half of mine! Diiringi senyum tersembunyi dari Eyangnya dan ucapan keheranan dari Mbak Sri, Mami menambahkan peniti ke pinggang celana pendek itu. Done deal! Jadilah celana pendek kotak-kotak itu menjadi “sarung” di badan ahsan. Senyum kebanggaan terpancang di wajah mungilnya. “Oalah Saan, dari tadi nangis-nangis itu mau make ini toh” kata Mbak Sri, “Iya, inilah penyebab eyang harus datang kesini” tambah Mami. “Kalau langsung dikasih pas dia nangis tadi, pasti besok-besok nangisnya tambah”. Eyangnya nambahin “Kayak sarung San”. Dengar kalimat “sarung” langsung dia mengambil sikap, mengangkat tangannya sebagian, kemudian berujar “Alooo Abaaa” hekeke. Mau sholat ya Nak? Iya deh, nih pakai peci dan ini sajadahnya. Sibuk deh kemudian dia komat-kamit, nungging-nungging, bersedekap dan mengulang-ulang kalimat “Alooo Abaa” sampai ia memutuskan untuk bosan .

April 29, 2007. Daily Affairs, Milestones. 1 comment.

.: 20 mos toddler :.

Although it seemed like Ahsan was only born yesterday, we have to face the fact that he is now more than 20 months old :)!
A challenging age, both for him and his parents, as Ahsan started exploring other people’s emotion and start realizing that his different actions would lead to different reaction from different people…

He’s now able to use two-three words, recognizing more people by name and typically appearance. He knows when to refer someone with “akung” (elder man), “oom” (younger man), “pak” (middle age man), “tante” (younger woman), “ibu” (middle age woman), “iyang” (elder woman), kakak, and adik. Wow, it is an amazement even for me, his mom who watch his growth constantly from birth till now. More vocabulary: “Akung, tiup lilin”, more nouns especially in animals name. More verbs, combining words into meaning, relating words: “Eyang Uti” followed by immediate “uti uti” (roti -red).
More energy in activity as he seems to be wanting to play forever.. He’s building his jumping skill,too.

If people now ask me, whose styles he is inheriting, well, I’m gonna have hard time answering, as our little boy has copying everyone’s act deliberately :). You can even spot him answering his Papi’s phone with “Boss” as an opening remarks, as this is exactly what his Papi mostly says in receiving calls.

More Examples:

Sleeping style : from Papi
Snoring : surely from Papi he he
Smirking: from adorable Mami ;)
Daring with Scary animals (i.e. spider, cockroach): must be from Papi, no doubt about it
Walking style (occasional, swinging one leg up high before stepping) : hi hi, Mami’s marching habit

List may go on forever, as it is so many! But it is important now for us to watch whatever we say and do, otherwise he will immediately use it against us ;) !

April 29, 2007. Abenteuer, Milestones. Leave a comment.

I am 16th going on 17th :)

Ahsan is now progressing to his 17th month. He has acquired many skills in the last two weeks :

Motoric Skills:
* Walking backwards : Advance
* Rotating discs (or any object he finds as “rotatable”) : Advance
* Climbing up the bed : intermediate
* Climb down the bed : advance
* Squating : Advance

Sensoric Skills:
* New verbal word : pisang, mundur, ikut, gendong, naik, putar, buka, tutup, mangga, paya, ayam, susu, lari
* New songs humming : Abang Tukang Bakso, Aku Anak Sehat, Bangun Pagi
* New verbal songs : Bintang Kecil, Cicak Di Dinding

* Identifying person , associating with names : Papa, Mama, Iyang (Eyang Uti), Tati (All Tantes), Baci (Both Sheillas), Atung (Akung), Pak (PS), Uyat (Bang Suradi)
* Identifying animals, associating with names : Heli (Dogs, Goats), Abalab (Spiders), Nyamuk (all flying insects), Sapi (Cows)

January 4, 2007. Milestones. Leave a comment.

Hi Abelala !

AbelalaTik..tok..tik..tik..jarum jam berdetik
Srek..srek..srek..suara jalanan terpapar lidi-lidi sapu Mak si Dini
Hoahem..lalala lalalala..terdengar suara lirih bernyanyi
Wow, ternyata Ahsan sudah bangun
Tapi seperti biasa begitu melihat Mama membuka mata langsung beralih menjadi uhu
Bisnis uhu selesai dalam 30 menit
Lalu Ahsan beranjak turun dan dengan tertatih ingin membuka pintu kamar
 

Cekrek
Pintu terbuka
Senyum terkembang di bibirnya
Si mata mengantuk tertatih menyusuri karpet
Melangkah menuju sinar matahari
Di beranda belakang

Ayam…!

Itu yang terucap dari mulutnya
Senyum kembali mengembang, menyambut 3 ekor patung ayam
Yang kehilangan telur-telurnya

Selamat pagi dunia, aku sudah bangun …
Tapi papa kemana yaa…
Naik sepeda dulu deh…

.:.

Hari ini aku sibuk sekali
Pagi-pagi Mama mengajariku makan sendiri
Hmh susah, apalagi aku dikasih sendok yang cekung, nyangkut deh di mulutku
Untung Mama segera menggantinya
Hmm, akhirnya aku disuapin juga siy sama mbak Sri
Mumpung Mama lagi menghilang ke dapur bikin perkedel buatku

Terus..terus… Tante Pus datang
Wah aku langsung ingin bermain dengannya
Aku ajak Tante mondar-mandir di sekeliling beranda belakang
Lalu saat Tante lengah
Aku berhasil membopong teko Mama dari dapur depan
Wah ternyata tidak panas seperti kata mbak Sri
Aku mau bawa terus kemana-mana
Asik, bentuknya lucu dan bundar
Aku suka
Teko..teko… siapa mau lihat, dipegang jangan
Soalnya aku lagi pegang

Terus lagi, Mama tidak jadi pergi
Katanya sudah ditinggal Eyang
Wah asiiik, aku jadi bisa bermain lebih lama dengan Mama
Aku ajak Mama naik ke tempat tidur
Tante Pus juga ikut
Lalu tiba-tiba Tante Pus menjerit “Awass itu…”
Kulihat ke arah yang ditunjuk Tante
Ohhh … “Hai Abelala” ujarku
Aku sama sekali tidak takut, walau Mama dan Tante terlihat pias
Itu kan sahabatku juga
Kakinya ada delapan
Banyak ya
hihihiy

.:.

Lalu setelah puas bermain dan berputar-putar di rumah
Aku haus dan ingin uhu
Aku duduk dipangkuan Mama sambil minum uhu kuputar mataku menjalari tembok
Wow Abelala datang lagi!
Kembali ku tersenyum padanya
Mami juga ikut nengok ke dinding
Wah kenapa Mami langsung loncat ya
Aku jadi rada-rada kaget niy
Tapi berhubung aku ngantuuuuuk
Aku cepat pulih dari kaget dan kembali minum uhu
Okay sampai disini dulu
Aku mau bobok siang

PS : Papy cepet pulang dooong hehe, kata Mbak SriTe sepi nih ga ada yang usil

Warta Foto :

Perburuan Kecoa 

December 10, 2006. Daily Affairs. Leave a comment.

No atau NO ??

 Fasten your seatbelt!Selama ini Ahsan selalu merujuk ketidaksetujuannya atas sesuatu dalam tiga istilah “NO” , “Emgak” (“Nggak” – red), dan “Udahh“.
Nah suatu malam diperjalanan pulang dari Kuningan menuju Pondok Labu, Ahsan kepingin duduk sendiri di bangku depan mobil. Pake seatbelt tentunya. Ditengah perjalanan, terlihat ia begitu khusuk mengamati pemandangan yang tersaji di hadapan matanya. Melintasi jalan Sudirman, diangkatnya tangan kanannya ke atas, jari telunjuk teracung menunjuk ke atas, dan keluar perkataan dari mulut mungilnya “No… No…. Nooooo” sambil terus menunjuk ke atas. Mamy bertanya-tanya apa gerangan yang tidak disetujuinya. Ahsan tidak menggubris, tetap saja berkicau “No.. No.. No..” sambil menunjuk ke atas, dan memandang Mamy seakan ingin menunjukkan sesuatu. Ada apa ya …

Keesokan harinya, Ahsan, Papy, mamy and the crew, pergi lagi keluar. Nah kali ini Ahsan kembali duduk didepan bersama Papy. Dannn ternyata fenomena itu terjadi lagi. But this time, Allah menunjukkan alasannya :D. Right after Ahsan finished saying No to Drugs alias nunjuk-nunjuk sambil bilang No, ada yang berulah sama, nunjuk-nunjuk sambil bilang No, but kali ini dengan logat berbeda, logat betawi yang kental (Mamy’s Quick Mind: “Bwahahaha”). Rupanya fenomena anomali “No No” si Ahsan adalah perwujudan usahanya menunjukkan sesuatu dalam dialek Betawi “Onooooo…” gitu lhowww. Wadooooh, susah deh mau ngajarin anak. Banyak penyimpangan dari orang-orang yang (belum sadar) kurang bertanggung-jawab :D.

Sebagai “pencegahan” (niruin istilahnya Sheilla Pemalang kalo lagi nawarin permen batuk) Mamy udah warning-warning ke kedua “oknum” agar menjaga tata bahasanya di depan Ahsan :D. Galak ya Mamy? But daripade-daripade .. (Mamy’s Betawi Mode On) ;).

December 4, 2006. Daily Affairs. Comments off.

Walimatul Shafar di MPR

Ternyata udah lama ya Mamy engga tulis-tulis disini. Postingannya Papy kemana ya, kok enggak muncul-muncul?

Hm, kemarin Ahsan dan Mamy dan Papy diundang acara Walimatussyafar Akung Wawan dan Eyang Susi (banyak bener ya akung dan eyangnya Ahsan. Hm, namanya juga cicit pertamanya Eyang Yut Watergate, yang notabene anaknya 9, hehe). Hm, sebenernya Papy lagi sibuk buk buk ada kerjaan, but akhirnya kita pergi juga dengan ikhlas.

Malam sebelumnya Ahsan tidur 12.5 jam. Wih lama banget ya. Kalau Mamy baca-baca literatur batita siy, hal itu wajar. Tapi bagi Ahsan yang sejarah tidurnya sejak lahir juaraaang lebih dari 6 jam berturutan, hal ini sangatlah bersejarah. Tapi, akibatnya, hari ini Ahsan kelihatan enggak kepengen tidur. Energinya memancar terus bagai tiada habis-habisnya.  Pagi-pagi dah ngebangunin Papy yang keliatannya baru aja tidur, dan ngajakin naik sepeda roda satu di teras belakang. Lucu banget deh gayanya, hmm berasa umur 10 tahun! Sayangnya saat Mamy mau bergerak ambil kamera, ketahuan Ahsan, jadi deh Ahsan seperti dipencet tombol alarmnya, “MAMMMAAA….” dan serta merta menghentikan minatnya pada sepeda alias minta turun dan bergerak minta gendong Mamy.

Nah setelah permusyawarahan yang panjang, ditetapkan rencana untuk berangkat pukul 11.30. Weits, ternyata jam 11 liwat banyak, ada yang mulai ngik-ngok dan ngoceh-ngoceh uhu.. uhu… OK deh Nak, Mamy tunda rencana mandi dan bersiap menemani Ahsan bobok. Eh tapi, baru mau mulai merem, terganggu Sheilla Pemalang yang tanpa tedeng aling-aling masuk dan menanyakan persiapan bekal. Wih, enggak jadi deh Ahsan tidur siang. Langsung turun tempat tidur dan berjalan cepat ke ruang tengah, seakan-akan tidak pernah ngantuk sebelumnya!

Akhirnya jam 12 liwad kita bisa berangkat, well, kirain sampai sana sudah terlambat. Ternyata belum mulai. Ya udah, Ahsan main-main dulu di rumput halaman belakang rumah MPR.  Disana kita sempat melihat Grandpa Competition, hi hi panggilan Papy untuk Grandpa Ahsan yang satu ini timbul gara-gara setiap kali ketemu beliau selalu menaburkan iklim persaingan antara Ahsan dan anaknya, tumben kali ini wajahnya senyum-senyum sumringah, bukan senyum-senyum khawatir kesaing he he, ternyata anaknya sekarang juga sudah berani jalan sendiri, hi hi. Ahsan seneng banget di rumput, trus dia mampir juga ke angkin di sudut rumah tuk lihat-lihat ikan. Disitu, nyanyi deh dia sepuasnya, lagu apa ya kemarin, enggak nyambung deh kayanya, oh iya, lagu Semut-Semut Kecil. Sambil tangannya mengepal-ngepal dan menunjuk ke udara. Duh Nak, andai kamu tahu betapa menggemaskannya ekspresi wajahmu.

Singkat cerita, acara pengajian akhirnya mulai juga, awal-awalnya Ahsan duduk manis dipangku mamy. Mamy dah sengaja pilih tempat duduk disudut terjauh. Bener aja, enggak sampe 5 menit duduk manis, Ahsan dah mulai kepengen berpetualang, apalagi rumah itu baru bagi Ahsan. Berlarilah ia menuju ruang tamu, Mamy langsung sigap menyusul, benar saja, di ruang tamunya banyak pajangan!! Worse, terbuat dari porselen dan kaca, wohooo, NO! Untung Ahsan rada kooperatif nih, doi cuman ngelus2x cangkir dan piring porselen yang ada di rak bawah, sama merhatiin buah-buahan yang terbuat dari keramik. Duh warnanya menarik sih, langsung deh keluar kalimat Paya..Paya.. dari bibir mungilnya. Itu Tomat Nak. Trus disambung dengan lagu Pepaya, Mangga, Pisang, Jambu ala Ahsan. Puas ngutik-ngutik koleksi buah porselen itu, diambilnya kotak tissue manik-manik yang untungnya harmless, dan dibawanya kembali ke tempat duduk semula. Enggak berenti disitu, Ahsan kembali melalui beberapa etape bolak-balik ruang pengajian-ruang tamu. Akhirnya dia mau juga duduk, eh tapi enggak setop disitu semuanya, ada aroma semerbak yang mulai terendus, Wadoh, pasti deh doi pup! Untung Sheila Pemalang datang. Dan untung juga Ahsan mulai tertarik dengan tangga yang terletak di dekat tempat duduk kami. Naiklah kami bertiga ke atas, disana Ahsan bertemu dengan kakak-kakak, sehingga untuk sekejap ia melupakan Mamynya yang udah kegerahan, untuk kemudian sibuk bermain scooter milik Oom Rafi. Tentunya setelah berganti popok bersih *wink* (This is Mamy’s rule).

Setelah 1 jam berlalu, pengajian pun usai. Mamy pergi keluar menemani Papy yang baru mau makan Bakwan. “Ahsan dimana ya”. Eits ternyata ada suara dari atas balkon. Mamy meminta kepada Mami Ayu yang sedang ada di balkon agar Ahsan dipanggil. Gak lama si kunyil dateng juga ke pagar balkon, lirak-lirik dengan matanya yang bulat. Sengaja Mamy buat suara-suara agar ia nengok ke bawah. Akhirnya dia nengok juga dan bilang Hai..hai.. dan tiba-tiba Mammmmaaaa … Hihihi akhirnya dia menyadari Mamanya keliatan lagi duduk dibawahnya. Cepet-cepet Mamy naik ke atas. Dan ternyata sesampainya diatas matanya sudah berkaca-kaca. Cep cep Nak he he kasian yaa… kangen Mamy ya Nak. Terus Ahsan gendong dan ikut Mamy turun ke bawah.

Akhirnya waktu pulang tiba juga, hmm, kayanya tadi Mamy liat Ahsan udah teler  walau sempat memaksakan diri untuk jalan di pathway rumput. Tapi, lho, kemana dia sekarang?  Wah enggak keliatan nih jalan rayanya, ada mobil Innova hitam masuk parkir. Sayup-sayup ketika Mami mau nyelip diantara Innova dan segerombol bunga, terdengar suara anak kecil menangis. Tapi dimana ya? Pintu Innova terbuka, lhooo, anak Mami kok ada disituuu, lagi berurai air mata, kenapa Nak? Kata Papi sih karena Ahsan tidak menduga mobilnya akan bergerak.. Wah Nak, kamu pintar juga menjaga diri, enggak sembarang mau diajak orang :). Yuk pulang yuk! Bobok juga akhirnya jagoan Mamy di perjalanan pulang, keringat membutir di dahi dan tengkuknya. Sweet dream Son

November 27, 2006. Abenteuer, Daily Affairs. Leave a comment.

Mboten Affairs.. (Mboten Sageth, sagte der Bob Saget)

Hari ini Ahsan ikut baksos… Papy sedang membangun ruang kerja, a.k.a. Gudang Super VIP di ex-Jojo’s; dan ketika sibuk ngangkut2 barang, QC Spv M. Ahsan telah menanti dengan sigap utk mencek apa aja sih yg dibawa..
Ternyata salah satunya tak lain adalah ciptaan Mr. A. Graham Bell, yup telephone..
Si Ahsan dengan tatapan bersinar2 seketika meraup benda tsb dari atas box beroda.. Pesawat tsb diangkat gagangnya serta kata “Haoo… (Hallo – red)” berulang2 plus ekspresi orang dewasa yg sibuk..
Setelah bbrp kali menyapa hallo tanpa ada balasan akhirnya disambung dgn mimik yg lebih usil dr sblmya dgn lirik yg lantang “Haoo, haoo Bandung……”
@#$%^&@!#

November 12, 2006. Daily Affairs. Leave a comment.

Mboten Affairs II

Wah judulnya seperti film aja yah… Anyway, begini ceritanya.. Ahsan pagi ini kedapatan maenan Winnie Poohnya broken, alias toy Winnie bersama Tigger di perahu itu tercerai-berai, to be exact: kepala Winnie terpisah dengan badannya yang attached ke perahu itu..

Dengan pandangan concern dan gayanya yang khas, Ahsan berkata: “Yahhh…., yahh..” (tujuannya ekspresi menyesal).. Kita-kita (Papy & Mamy) turut menundukkan topi untuk berbelasungkawa (padahal gak pake topi)..

Eh… gak disangka, gak dinyana, tiba-tiba Ahsan lanjut dengan: “Eh copot, eh copot, copot..”; itu tuh, lagu yang tentang copot, copot en copot.. Papy juga tidak familiar about the origins of the song, pokoknya one of mbotens song.

Wah, membobol gawang dengan skor 1-0 oleh Ahsan, ternyata belum membuatnya puas.. Lagi-lagi dia buat kejutan, (sepertinya mulut nih anak ada processor melebihi Intel Duo-Core).. Kali ini dia kasih rally dulu dengan berkata lagi: “yahhh… yahhh….” (nada yang sama seperti awal artikel ini).. TAPI lanjut dengan “ya.. ya ya, ya ya yaya… ya yaya yayayayayaya…..” (ngikut lagu Aku adalah anak gembala, selalu riang, etc..)

San, San…. ::))

November 12, 2006. Daily Affairs. Leave a comment.

Fuenfzehn Monat!

Hello All, ich bin jetzt 15 monat!

I am now able to walk on my own two feet, without anyone’s help, I can even run and make my Mama’s heart beating alot faster !!

I love singing even more than before, as I know more songs from Mama & Papa, I also love to hear Papa’s Fourplay collections.

 I begun to understand the meaning of the words and pinpoint to the thing I want and do not want.

I have also seen parts of the world’s continents and I really love Kangaroo. Hope we can meet again!!

What else Mama? Oh yeah, I love Yoplait Baby Yogurt so much!!! And also my Mama’s home made omelette and my Papa’s hand made Kakap Sandwich :D.

Thank you Allah, for what you have given me today. I hope to be able to serve you better and better each day…

Amin.

November 9, 2006. Milestones. Leave a comment.

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.