No atau NO ??

 Fasten your seatbelt!Selama ini Ahsan selalu merujuk ketidaksetujuannya atas sesuatu dalam tiga istilah “NO” , “Emgak” (“Nggak” – red), dan “Udahh“.
Nah suatu malam diperjalanan pulang dari Kuningan menuju Pondok Labu, Ahsan kepingin duduk sendiri di bangku depan mobil. Pake seatbelt tentunya. Ditengah perjalanan, terlihat ia begitu khusuk mengamati pemandangan yang tersaji di hadapan matanya. Melintasi jalan Sudirman, diangkatnya tangan kanannya ke atas, jari telunjuk teracung menunjuk ke atas, dan keluar perkataan dari mulut mungilnya “No… No…. Nooooo” sambil terus menunjuk ke atas. Mamy bertanya-tanya apa gerangan yang tidak disetujuinya. Ahsan tidak menggubris, tetap saja berkicau “No.. No.. No..” sambil menunjuk ke atas, dan memandang Mamy seakan ingin menunjukkan sesuatu. Ada apa ya …

Keesokan harinya, Ahsan, Papy, mamy and the crew, pergi lagi keluar. Nah kali ini Ahsan kembali duduk didepan bersama Papy. Dannn ternyata fenomena itu terjadi lagi. But this time, Allah menunjukkan alasannya :D. Right after Ahsan finished saying No to Drugs alias nunjuk-nunjuk sambil bilang No, ada yang berulah sama, nunjuk-nunjuk sambil bilang No, but kali ini dengan logat berbeda, logat betawi yang kental (Mamy’s Quick Mind: “Bwahahaha”). Rupanya fenomena anomali “No No” si Ahsan adalah perwujudan usahanya menunjukkan sesuatu dalam dialek Betawi “Onooooo…” gitu lhowww. Wadooooh, susah deh mau ngajarin anak. Banyak penyimpangan dari orang-orang yang (belum sadar) kurang bertanggung-jawab :D.

Sebagai “pencegahan” (niruin istilahnya Sheilla Pemalang kalo lagi nawarin permen batuk) Mamy udah warning-warning ke kedua “oknum” agar menjaga tata bahasanya di depan Ahsan :D. Galak ya Mamy? But daripade-daripade .. (Mamy’s Betawi Mode On) ;).

December 4, 2006. Daily Affairs.

%d bloggers like this: